Memasuki trimester ketiga kehamilan

I’m back!!

Apa kabar?? mohon maaf lahir batin yah buat semua yang baca blog ini.. syapa taw ada sesuatu yang tidak berkenan di hati anda2 sekalian. Hohoho….lama juga yah ga posting… :p

Ok, progress report kehamilan dulu ya..

Kenaikan BB hingga minggu ke 30 : 10 kg (huehehehe)

Berat dedek hingga minggu ke 28 (terakhir kali USG) : 1,1 kg

Alhamdulillah dedeknya sehat, terima kasih untuk doa dari temen2..

Hasil USG 4 dimensi Dedek

dedeknya lagi bobo waktu di USG

dedeknya lagi bobo waktu di USG

aya papa…. :D

Hihihihi….
chubby ya deek.. ;)
mulai dari contour hidung, bibir, sampe cara bobonya sama kaya papa…. :D

Usia kehamilan 28 minggu, USG 4D ini dilakukan di bagian Instalasi Bedah Sentral Terpadu RS Sardjito, Yogyakarta. Konsultan  USG : dr. Diah Rumekti, SpOG

Background cerita USG 4D (buat masukan aja nih..)

Awalnya dokter kandungan saya, dr. Nana Agustina di RSIA Bunda Menteng, merekomendasikan saya untuk ke Klinik Moegni, Menteng untuk screening dengan dr. Bambang Karsono, tapi ternyata jadwal minggu itu sudah full booked, karena memang jatah pasien untuk satu malam hanya berkisar 1-10 orang. Lalu saya mencoba ke klinik YPK, Jl Gereja Theresia, Menteng, dan ternyata lebih shocking lagi karena pasien harus booking sebulan sebelum kunjungan, weeekssss….

Akhirnya baru sempat waktu liburan lebaran di Jogja, kebetulan dokter kandungan perempuan yang direkomendasikan adalah dr. Diah Rumekti, biayanya juga terbilang lebih murah di banding USG 4D di Jakarta.

Oya, ada lagi nih dokter kandungan yang lebih direkomendasikan, namanya dr. Dario Turk, dia ini menantunya dr. Joso yang pasiennya segudang di RS Bunda . Prakteknya di RS Pantai Indah Kapuk dan RS Medistra, tapi siap2 budget lebih ya.. ;)

Memasuki trimester ketiga kehamilan

Selama bulan ramadhan kemaren, alhamdulillah saya tetap puasa, meskipun bolong berapa hari sih.. Dan terbukti kalau ibu hamil juga aman untuk puasa, tapi memang ga boleh dipaksakan, karena kondisi fisik masing2 ibu hamil berbeda satu sama lain, tetap harus berdasarkan saran dokter masing2.

Tapi yang lucu dari pengalaman saya, selama puasa itu, berat badan saya ga naik sama seka dan sampai akhir puasa pun perut saya masih belum terlalu menonjol, bolak balik naik pesawat tapi belum sampai ditanyain sama petugas check-in counter atau pramugarinya, hehehe.. Tapi begitu lebaran tibaa.. satu minggu setelah lebaran, berat saya langsung naik 2 kilo, huehehehe… dan kerasa banged kalo pertumbuhan dedek pesat dalam satu minggu itu, perut saya jadi mulai membesar.. hohoho..

Di trimester ini, jelas sekali ibu hamil jadi harus sering bolak balik ke toilet, untuk buang air kecil. Selain itu, banyak gangguan fisik yang kadang dialami, misalnya nyeri di persendian, mudah capek, ngantuk, dsb. Oya, kaki saya juga mulai agak bengkak, gendut2 jarinya, tapi langsung kempes kalo di bawa jalan, jadi sering2 deh jalan2. Mungkin beda-beda ya keluhannya, tapi dinikmati aja yah… :)

Terbahagiakan oleh Kehadirannya

Rasa syukurku dari hati yang paling dalam untuk anugerahMu yang mengijinkan mereka hadir mendampingiku, teriring harapan dan doa untuk segala sesuatu yang terbaik bagi kami.

Untuk kehadiranmu, lelaki dalam pelukanku

Morning sun shines in our room
Now that gloom will back in two
autumn starts just day with a smile
and last on my beautiful love one
whose lying besides me

You’re so far away in your sleep
who can tell what dream you may dream
you don’t know that I was drawing with my finger
on your sweet young face
makes a meaning words

You make my world so colorful
I’ve never had it to good
my love, I thank you for all the love u gave to me

Like a summer rises up
like a grow you bring me near
and I kiss your lips so sweet
soft like a rain
and gentle as the morning dew in May.

Sayang, you’re right, it’s so nice growing old with you, insyaallah..  :)

Dan untuk penantian yang membahagiakan akan kehadiranmu, nanda dalam kandunganku

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life.

Kangen…kangen… kangen… :)

P.S. I Love You..

I watched this movie for several times, love the story a lot. The way Gerry loved Holly always makes me remembering you. Someone who taught me to learn things,  walked with me through the days..

PS I love You

My favorite quote, it’s Gerry on his last letter for Holly..

It’s to tell you how much you move me, how you changed me.

You made me a man, by loving me Holly.

And for that, I am eternally grateful… literally.

If you can promise me anything, promise me that whenever you’re sad, or unsure,

or you lose complete faith, that you’ll try to see yourself through my eyes.

Thank you for the honor of being my wife.

I’m a man with no regrets. How lucky am I.

You made my life, Holly.

Penurunan Kekebalan Tubuh Dalam Kehamilan

Jadi ceritanya, sudah seminggu ini saya mengalami batuk pilek, srat srot srat srooot… :(

Selama 6 hari saya diamkan, hanya mengurangi konsumsi es dan gorengan, bukannya menganggap sepele, tapi saya berharap tubuh saya mampu memulihkan kondisi ini dengan sendirinya, seperti biasa. Selain itu juga, kemungkinan kalau pergi ke dokter akan dapat anjuran standar seperti istirahat, perbanyak minum air putih, dll. Kan ibu hamil kalau bisa seminimum mungkin mengkonsumsi obat-obatan, dan ga boleh sembarangan.

Tapi pada hari ke-7, saya browsing tentang flu selama kehamilan. Ternyata banyak yang bilang kalau flu selama kehamilan sangat berbahaya, karena dapat mengganggu perkembangan otak janin.

Diennnnkkkkk…..!!!!  *syok di tempat saya*

Akhirnya setelah ngobrol sama si papa, saya memutuskan langsung pergi ke dokter siang itu juga, kebetulan dokter kandungan rutin saya sedang ke luar negeri, jadilah saya temui dokter yang praktek dan menjalani USG pada saat itu juga.

Selama USG, si dokter mengamati kondisi otak si Dedek dan kondisi detak jantungnya, alhamdulillah ternyata semuanya normal..fiuuhhh… Tapi saya dikasih obat juga untuk pileknya, Nestalgen.

Dalam buku tentang pregnancy juga disebutkan bahwa Dalam kehamilan, sistem kekebalan tubuh si Ibu bisa terganggu, sehingga sangat rentan terserang batuk dan pilek. Meskipun kondisi ini sangat melelahkan dan mengganggu, terutama pada saat batuk, karena perutnya jadi sakit banged, tapi kondisi ini tidak membahayakan bayi.

Perkembangan Dedek Bayi hingga Minggu ke-20

Horee.. akhirnya posting lagi setelah sekian lamanya, padahal tadinya pengen banyak berbagi cerita pregnancy.. :)

Alhamdulillah, senangnya memasuki pertengahan masa kehamilan!! karena sudah melewati minggu ke -20 atau memasuki bulan ke-5 kehamilan. Half way to go, insyaallah.. Menjalani kehamilan adalah suatu berkah yang tak terkira, bahwa kita diberi kesempatan untuk menjalani sebuah ibadah, kebaikan, dan kesempatan untuk merasakan menjadi wanita seutuhnya..

Hingga minggu ini, berat badan saya sudah naik sekitar 4,5 kilo, hehehehe.. Jadilah perut saya mulai membuncit, meskipun banyak yang bilang kalo perut saya masih terbilang “ga kelihatan” untuk usia kehamilan 5 bulan.

Mulai merasakan gerakannya..

Pertengahan bulan ke empat saya mulai merasakan gerakan si Dedek, secara ilmiah hal ini dikarenakan adanya perkembangan rangka tulang bayi yang semakin panjang dan kuat, tapi jika dalam agama saya, Islam, hal ini diterangkan sebagai saat ditiupkannya ruh kehidupan pada janin, Allah meniupkan ruhnya pada umur 120 hari. Pada hari itu jugalah Allah menentukan umur, rezeki, jodoh, dan matinya bayi ini.

Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap kamu dibentuk di perut ibunya selama 40 hari, kemudian berbentuk ‘alaqah seperti itu juga, kemudian menjadi mudhghah seperti itu juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan 4 masalah…. “(HR. Bukhari, Ibnu Majah, At-Tirmizy)
(dikutip dari www.eramuslim.com)

Setiap fase tersebut, membutuhkan waktu 40 hari dalam pembentukannya. Semoga menjadi insan yang senantiasa bermanfaat dan membawa berkah bagi sesama..

Awalnya saya belum mengenali gerakan si Dedek, tapi lama-lama karena semakin sering, jadi kenal deh. Ngerasa lucu juga, karena mulai sering saya ajak bicara, saya kadang bisa merasakan responnya, semacam ‘kedut-kedut’ di dalam perut, hehehe..

Perkembangan Dedek sampai Minggu ke 20

usia janin 20 minggu Saya mengamati perkembangan Dedek melalui USG yang dilakukan setiap kunjungan ke dokter kandungan, rutin tiap bulan. Perlu diketahui bahwa USG tidak membahayakan bagi janin. Pada saat USH kita dapat melihat perkembangan janin, seperti saya yang selalu merasa takjub saat menjalani USG, setiap tulang dalam tubuh Dedek alhamdulillah tumbuh dengan baik dan sehat, begitu pula organ dalam tubuh dan otaknya. Terakhir saya sudah bisa melihat telapak kakinya, meskipun belum bisa menghitung jari-jarinya, hehe.. Beratnya sekarang mencapai 500 gram, termasuk lebih berat dari ukuran normal. Dalam buku kehamilan yang saya punya, pada usia janin 20 minggu, biasanya beratnya mencapai 250 gram dan panjangnya sekitar 20,5 cm.

Dokter juga sudah mengenali alat kelaminnya, jadi sudah ga penasaran lagi.. :)

Pada usia ini, bayi dalam kandungan biasanya sedang mengalami perkembangan pesat pada sel-sel saraf sensorisnya, jadi indera-inderanya mulai bisa merasakan. Dia sudah mulai merasakan kebisingan di luar kandungan, dan mulai mengenali suara si Ibu.

Perubahan pada Mommy

Saya mulai merasa sering lapar pada saat-saat di luar jam makan normal, hehehe.. meskipun terkadang saya masih mual dan muntah. Perubahan lainnya adalah jadi sering bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, karena posisi kandung kemih yang terdesak oleh rahim. Biasanya juga terjadi perubahan pada kulit dan rambut, termasuk timbulnya jerawat yang menyebar dengan penuh suka cita di area wajah (pengalaman pribadi) :p

Menjalani Tes TORCH

Hendaknya seorang calon ibu yang mempersiapkan dirinya untuk hamil, telah menjalani tes TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus) sebelum masa kehamilan. TORCH merupakan sejumlah virus yang dapat mengganggu perkembangan embrio. TORCH perlu dicegah dengan vaksinasi, dan vaksinasi ini harus dijalani sebelum hamil, karena pada saat hamil biasanya dokter tidak menyarankan seorang ibu hamil untuk menjalani vaksinasi apapun, termasuk vaksinasi untuk virus-virus flu yang saat ini sedang populer, pada saat melakukan perjalanan.

Terbang pada saat hamil

Insyaallah aman, untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang pada saat hamil. Tapi untuk usia kehamilan trimester pertama, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan, seperti yang saya lakukan pada usia kehamilan 3 bulan, dokter saya memberi semacam obat untuk penguat janin, karena dikhawatirkan tekanan tinggi pada saat pesawat di udara dapat mengganggu kestabilan janin. :)

Memasuki Trimester Kedua Kehamilan

Let’s start with alhamdulillah.. :)

Dalam trimester kedua kehamilan, akan dirasakan lebih banyak perubahan dan perkembangan baik pada diri si ibu hamil, maupun bayinya. Dan selama mengamati tumbuh kembang ‘dedek’ dalam perutku hingga minggu ke 15 ini, seperti kata Dr. Nana Agustina SpOG, it’s so amazing.. bahkan semakin hari, semakin “waw”!! subhanallah..

Oya, masalah dokter kandungan, biasanya kita ‘cocok2an’.. belum tentu dengan dokter yang terkenal trus ramai pasiennya (kadang antrinya juga bikin boring :p ), kita bisa nyaman untuk berkonsultasi. Misalnya, ada temen saya yang lebih memilih dokternya karena dokter tersebut lebih memberi memotivasi dan menenangkan. Memang kebanyakan dokter akan lebih komunikatif jika kita juga banyak bertanya, jadi kadang tergantung kitanya sendiri. Makanya, bagus juga untuk mencari informasi sebanyak mungkin, sehingga konsultasi dengan dokter menjadi lebih efektif. Kalau saya dan suami sudah cocok dengan Dr Nana karena saya memang lebih prefer untuk konsultasi dengan dokter wanita, jadi ga berasa risih kalo harus di USG atau menjalani treatment lain. Selain itu, dokternya juga komunikatif, ramah, ga perlu pakai antri, dan lebih flesibel karena dia juga praktek di hari Sabtu, jadi promosi ya hehehhe.. :p

Di trimester kedua ini, aku masih mual dan muntah, sering kehilangan selera makan kalo malam hari.. padahal biasanya mual dan muntah itu akan berakhir ketika kehamilan telah memasuki semester kedua, tapi mungkin kembali ke prinsip everybody is unique, begitu juga kehamilan :)   Tidak perlu merasa terbebani dengan semua yang terjadi selama masa kehamilan, kadang jika mual, saya merasa lebih baik dengan justru memuntahkannya, tidak perlu ditahan, hehehe..

Seorang ibu hamil tetap harus menjaga nutrisi yang masuk ke tubuhnya, minum susu, makan makanan yang bergizi, sayur dan buah it’s a must! Meskipun sampai saat ini, saya masih belum minat untuk minum susu, dan menurut dokter saya tidak ada masalah jika saya menunggu hingga rasa eneg ini betul2 hilang.. Bahkan ada juga teman saya yang selama hamil tidak pernah minum susu, tapi dia tetap mengkonsumsi vitamin dan suplemen yang dianjurkan oleh dokter. Suplemen pada trimester pertama saya adalah Gravimin + DHA, sedangkan selama bulan ke 4 ini dokter memberi saya Obipluz dan Cavit – Da yang harus dikonsumsi setiap hari.

Pada trimester kedua ini, perut ibu hamil sudah mulai membesar seiring dengan berat badan yang mulai bertambah, karena harus mempersiapkan ruang untuk si dedek bayi. Kepada para suami harap bersabar jika sang istri sering merasa kurang cantik dengan perubahan ini, hehehe.. tapi hal ini menjadi sangat lumrah, meskipun kehamilan itu sendiri menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan dan dinanti-nanti.

Terakhir saya ke dokter adalah pada minggu ke 13, ketika di USG saya bisa dengan jelas melihat si dedek udah bergerak-gerak merespon ultrasound, lucunyah.. detak jantungnya sudah lebih jelas terlihat, tapi belum bisa saya rasakan ketika meraba perut meskipun saya sudah bisa menemukan dimana letak fetus karena cukup menonjol. Mulutnya masih belum terbentuk, hanya tulang rahangnya sudah kelihatan, begitu juga dengan telingannya. Tangan dan kakinya sudah ada, tapi masih sangat kecil, bahkan tulang ekornya belum sempurna hilang.

Kadang timbul ke khawatiran, apakah bayi saya akan tumbuh dengan normal dan sehat? Dan hal ini sering membuat mood saya berubah dari waktu ke waktu, tapi perubahan mood tidak hanya terjadi karena hal tersebut. Seorang ibu hamil kadang menjadi lebih peka terhadap sesuatu, lebih mudah diserang rasa khawatir/takut, tapi juga kadang menjadi lebih bersemangat. Pengertian, dukungan dan kesabaran seorang suami sangat membantu dalam menghadapi masa-masa ini.

Untuk selanjutnya saya pengen update perkembangan dari minggu ke minggu, karena tumbuh kembang dedek bayi selama trimester kedua ini sangat mengagumkan :)

Menanti damai dalam senja

Siang itu dicarinya kehangatan mentari,

namun separuh semesta seakan tidak peduli, bahkan justru mengaburkan pandangan

dengan menebar hujan badai yang mengungkung dimensi

menyambut tautan gejolak dalam hati

Tak dijanjikannya pelangi siang itu

 

Malam itu dinantinya kerlip bintang dan rona merah rembulan

demi selembar asa yang dapat menyelimuti dingin yang mendera

namun sisa mendung masih enggan beranjak

tetap menggelayut manja dalam dekapan langit

 

Hanya angin malam yang datang menghibur

dengan tarian angsa yang mendesir gemulai

 kiranya separuh semesta dapat mendengar rintihan hatinya

 tak mengijinkan untuk berlarut dalam kesunyian

 

Langkahnya masih belum berhenti

pikirannya tetap melaju

meskipun nafasnya tersengal mencoba untuk mengiringi

mata hatinya mulai lelah bertanya tentang kristalisasi makna

kilasan peristiwa yang datang dan pergi menyinggahi biduk kehidupannya

 

Dibukanya mata dengan harapan akan keceriaan mentari pagi itu

agar tak pudar keyakinannya akan keajaiban rahasia semesta alam

yang tersimpan untuk persembahan mata hatinya

 

Mencoba mencari..

namun mentari masih bersembunyi di balik kabut pagi

nampaknya semesta alam menginginkannya untuk mencari cahaya itu dari balik pintu hatinya sendiri

pesan yang teruraikan dari embun pada pucuk-pucuk daun

 

Dihentikan langkahnya..

sejenak hatinya membatin,

“baiklah, aku tidak lagi mengharapkan semua itu,

hanya cukup kehadiranmu agar damai senja sore ini dan seterusnya..”

menyapamu liliput.. ^_^

Apa kabar sayangku.. ? tetep sehat ya sayang..

Dari komentar pada artikel sebelumnya, Manda ketemu info ini hlo dari sini..

Panjang bayi di usia 9 minggu kini mencapai 2 cm.  Lengan dan kakinya sedang tumbuh pesat dan siap bergerak. Akar gigi mulai berkembang dan telinga sudah terbentuk. Selaput pada jari-jarinya sudah mulai hilang, kelopak mata sudah terbentuk walau belum bisa dibuka. Kini Ia sudah mulai aktif memutar kepala, menggerakkan jari kaki dan menutup serta membuka mulut.

Tadi pagi Dedek diajak Panda lari pagi hlo, tapi Panda ga tega buat bangunin Dedek yang bobonya nyenyaak banged.. :)

Pengalamanku pada Trimester Pertama Kehamilan

Pengalaman hamil untuk pertama kali menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, khususnya untuk orang yang menyukai hal-hal baru seperti aku. Setiap perempuan akan merasakan sensasi perasaan yang berbeda-beda tergantung dari ekspektasi terhadap kehamilan itu sendiri. Begitupun dengan reaksi fisik yang timbul selama kehamilan, bisa berbeda satu sama lain, karena tergantung dari “bawaan” si Dedek yang ada dalam kandungannya. Jadi selama 9 bulan, seorang Ibu hamil akan merasakan pengalaman yang bermacam-macam, mulai dari mual, sakit kepala, dan lemas pada trimester pertama, hingga kesulitan mencari posisi tidur yang wuenak (pewe) dan sering buang air kecil karena kandung kemih yang tertekan janin pada trimester ketiga.

Trimester pertamaku, hampir sama gejalanya dengan yang dialami ibu hamil lainnya, mual muntah atau yang sering dikenal dengan morning sick, sakit kepala, dan kondisi badan yang terasa kurang fit. Dari pengalamanku, ternyata morning sick itu tidak hanya terjadi pada pagi hari, tapi hampir setiap saat bahkan terkadang aku jadi susah tidur dengan perut dan tenggorokan yang terasa eneg. Pertama kali menanyakan ini ke dokter kandungan, aku dan suami senyum-senyum sendiri, karena yang kita tahu morning sick itu yang cuma terjadi pagi hari aja, hehe.. Jadi morning sick sebenernya akan dirasakan oleh ibu hamil di saat dia sadar, mulai dari bangun tidur hingga maw tidur lagi.

Rasa eneg itu membuatku jadi kehilangan selera makan, waktu awal-awal aku mengatasi rasa mual ini dengan membayangkan makanan yang kira-kira aku bakal suka. Waktu itu aku cuma suka makanan yang berkuah, panas,  segar, dan pedes.. :p Jadi hampir selama 3 hari aku cuma makan pake soto ayam, hehehe.. Selain itu, yang bisa masuk cuma buah-buahan. Tapi rasa mual ini harus diatasi karena si Dedek butuh nutrisi untuk perkembangan otaknya, khususnya di trimester pertama ini, ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat, zat besi, dan DHA. Untungnya setelah ke dokter, aku dapet obat untuk mengatasa rasa mual, meskipun efeknya cuma bertahan selama beberapa jam, tapi alhamdulillah cukup membuatku mau untuk makan makanan yang bergizi.

Banyak saran seputar kehamilan yang aku terima dari orang disekitarku, seperti makanan yang tidak boleh dikonsumsi sementara selama hamil, yaitu makanan yang masih mentah atau setengah matang dan makanan yang hanya melalui proses pengasapan atau dibakar/panggang, contohnya : steak, sushi, ayam bakar, sate, seafood yang dibakar atau diasapkan, kornet, dan sosis.. Makanan setengah matang tersebut, dikhawatirkan masih membawa bakteri atau kuman yang bisa mengganggu proses pertumbuhan janin. Ada salah seorang ibu-ibu di kantor yang suka makan steak selama hamil, akhirnya janinnya terkena rubella. Setiap makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus dipastikan tingkat kematangan dan kualitas kebersihannya.

Termasuk saran seperti ini, “Jess, jangan make hi-heels dulu yah selama hamil”.. Wiii…berarti sendal-sendal itu harus kurehatkan dulu selama hamil, hehehe… Setelah baca-baca artikel di internet, memang betul sih kalo hi-heels kurang baik untuk dipakai selama kehamilan, karena ibu hamil membutuhkan daya topang yang cukup pada tubuhnya untuk mengimbangi berat badannya selama hamil. Saran ini efektif kalo kehamilannya udah di atas 5 bulan. Tapi mending aku jalanin dari sekarang, ga ada susahnya ko :) , kecuali untuk ibu hamil yang penampilannya selalu dituntut untuk memakai hi-heels.

Usia si Dedek dalam perutku sudah 8 minggu 4 hari :) . Dari terakhir hasil foto USG 5 hari yang lalu, panjangnya janin mencapai 1,6 cm padahal USG sebelumnya ketika baru 7 minggu panjangnya masih dalam hitungan milimeter yaitu 28 mm, jadi perkembangannya selama 1 minggu itu cepet banged. Subhanallah ya.. Saat USG terakhir, dokter kandunganku memperlihatkan denyut jantung si Dedek, uuuhhh lucu banged.. denyutnya cepet banged..

Pengalaman kehamilan pertama ini membuat aku dan suami belajar banyak tentang pregnancy. Kemaren ketika kami jalan-jalan di Mid Valley, sebuah mall di tengah-tengah kota KL, kami mampir ke toko buku dan menghampiri rak yang khusus menderetkan buku-buku tentang pregnancy dan tumbuh kembang anak. Suasana di toko buku itu nyaman sekali, bahkan kami bisa duduk-duduk dengan santai sambil membaca buku bersama, tanpa direcoki oleh mbak-mbak atau mas-mas penjaga toko.

Banyak juga yang sempat kami pelajari, mulai dari perubahan tanda-tanda fisik ibu hamil selama kehamilan, tumbuh kembang janin dari waktu ke waktu, perubahan emosional pada ibu hamil, sampai mereka-reka nama untuk nama si Dedek nanti, insyaallah.. Ternyata dari banyak hal yang terjadi, ada juga hal-hal lucu yang aku alami dalam buku pun disebutkan sebagai tanda-tanda yang wajar dialami oleh ibu hamil, yaitu mimpi aneh yang terasa sangat real dan bahkan bisa diingat untuk diceritakan kembali pada saat sudah bangun. Mungkin aku ga perlu ceritakan disini karena malu juga, karena aneh mimpinya, tapi malam itu aku langsung membangunkan si Abang dan mempertanyakan hal yang aku alami di mimpi itu. Suamiku sampai bingung, ko ya adeknya bisa mimpi kaya gitu, hehe..

Beruntungnya punya suami yang perhatian, bahkan sering menawariku untuk dipijetin setelah capek seharian kita jalan-jalan, padahal kita berdua juga sama-sama capek. :) Memang peran dan dukungan suami serta keluarga selama kehamilan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, hal ini akan membantu kondisi psikologisnya dalam menghadapi proses kehamilan. Seorang ibu hamil yang menjalani kehamilannya dengan tenang, akan mempengaruhi kondisi janin, bahkan bisa mencerdaskan si buah hati nantinya. Cerdas dalam konteks ini, tidak hanya diartikan sebagai kecerdasan secara intelektual, tapi juga kecerdasan emosional dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya kelak.

Menurut literatur, kecerdasan anak bisa dirangsang dari sejak ia dalam kandungan, syaratnya ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik, bisa dengan mengkonsultasikannya ke dokter kandungan, dan memberikan kasih sayang yang cukup bagi bayi dalam kandungannya, bisa melalui sentuhan dan komunikasi dengan si Dedek. Sentuhan dan komunikasi ini akan sangat efektif ketika usia kehamilan mencapai 6 bulan ke atas.

Semangat makan sayur dan buah-buahan.. ! :)

*abang seneng banged nih kalo adeknya maw makan banyak*

I’m Pregnant

Setelah hampir satu minggu lebih didera flu berat tiada henti, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke RS Jakarta,  awalnya hanya konsultasi sama dokter pribadi (aka temen sendiri) by phone. Di tengah sesi konsultasi dengan salah seorang dokter umum di RS tersebut, bu dokter yang menanyakan apa saja keluhan saya selama flu, agak menyelidik apakah ada kemungkinan bahwa saya hamil, karena pusing dan mual sampai muntah termasuk hal yang saya keluhkan.

Dokter, ” telat ga bulan ini ? “

Saya, ” hmm.. iya sih dok. “

Dokter, ” udah berapa lama? terakhir kapan? siklusnya berapa hari biasanya? ” (berentet boo!)

Saya, ” blablabla ” (rahasia deh jawabannya, maw taw aja! :p )

Terus dengan ga sabaran, saya nyela langsung, ” tapi dok, saya dah berasa PMS tuh, mungkin bentar lagi ” (ngeyel mode : On -lah pokoknya, solanya emang dah beneran berasa bo.. )

Akhirnya bu dokter mencorat coret resepnya, dan hasil analisanya adalah yang pasti saya kena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), kayanya serem ya padahal sih engga. Jadi menurut dia, antibodi saya udah ga kuat ngelawan virus flu nya, so akhirnya infeksi deh. Selain ISPA, demam, pusing berat dan mual2 yang saya derita kemungkinan karena saya kecapekan, dan bu dokter bilangnya ada kemungkinan saya kena gejala thypus mengingat riwayat thypus yang dah beberapa kali saya derita. Hahhh, serem deh hasil analisanya..

Ujung2nya saya harus minum 4 macem obat, termasuk antibiotik.. :p

Usai pergi ke RS Jakarta, saya laporan sama si dokter pribadi, tapi dia malah ikut2an mencurigai, jangan2 kemungkinan yang dokternya sampein bener juga. Khawatir juga kan kalo benersoalnya saya udah mengkonsumsi obat macem2. Akhirnya setelah berpikir selama 2 hari bedrest dan menimbang-nimbang bareng dengan suami, saya memutuskan untuk testpack (itu hlo alat uji kehamilan).

Sebelum tidur, saya berdoa, Ya Allah, apapun ketentuanMu, itu adalah yang terbaik untukku. Berikan aku kekuatanMu dan ketenangan dalam hati untuk menjalani. Kupasrahkan segalanya dalam kuasaMu.

Paginya, setelah shalat, saya nge-testpack. Menunggu hasilnya selama 3 menit…

Agak gak percaya, saya melihat ada 2 strip.. !

Dengan agak deg2an, saya ulangi sekali lagi pake testpack yang baru..

Dan… hasilnya masih sama, ada 2 strip !!!!

Ya Allah, it’s unbelievable.. biasanya saya hanya melihat satu strip disana.. Subhanallah, subhanallah, alhamdulillah.. Saya merasa seperti mendapat keajaiban, saya masih ga percaya Allah akan menjawab dengan begitu cepatnya. Entah ini biasa atau tidak bagi mereka yang pertama kali mendapat kehamilan, taip saya seneeeengnya minta ampun, terharu.. Saya sampe menangis memandangi 2 strip yang ada disana..

Sujud syukur..

Anugerah Allah betul2 indah untuk saya,  keyakinan saya terjawab dengan pasti bahwa harapan itu pasti akan selalu ada, ternyata cintaNya tidak pernah putus. I Love You Allah, most of all..

Setelah bisa menguasai diri (bahasanya agak lebay yaa..), saya langsung telpon suami tercinta.. Responnya pertama kali adalah “alhamdulillah.., berarti Allah memang sudah mempercayai kita untuk amanah ini.”  Setelah ngobrol2 lagi, ternyata beliaunya nervous alias grogi. Maw jadi panda hlo, hihihi… :)

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak meneruskan minum obat, meskipun flu nya belum sembuh benar dan aturan konsumsi antibiotik yang tidak boleh berhenti di tengah jalan, sementara tidak saya hiraukan dulu. Sambil menunggu kepulangan suami untuk konsultasi bersama ke dokter kandungan.

Mungkin bagi anda yang sudah pernah mengalami hal ini, akan tahu persis kebahagian seperti apa yang saya rasakan, dan buat temen2 yang belum, tenang aja..insyaallah akan merasakan juga suatu saat, pada saat yang tepat. :) Mohon doanya ya, semoga segala sesuatunya berjalan baik dan penuh berkah dari Allah SWT, amien..