Mengenal Ibnu Sutowo

Saat itu kuliah Hukum Bisnis ketika aku duduk sebelahan dengan Kelik, kita yang sama-sama boring ngikutin ceramah dari Pak Dosen, akhirnya malah ngobrol macem-macem. Karena Kelik kerja di sebuah oil company milik pemerintah China, jadi pembicaraan kami dimulai dengan pengelolaan kontrak-kontrak minyak di Indonesia, mungkin akan aku tulis tersendiri nanti tentang topik yang oily. :)

Bla bla bla, tiba-tiba sampelah topik kami pada seorang tokoh masa lalu yang kini sudah almarhum, jejaknya, baik itu gemilang maupun suram, masih tersisa hingga saat ini.Ibnu Sutowo (alm). Cerita Kelik memang menarik perhatianku, karena aku baru denger kali ini. hihihi, maklum miskin ilmu.. Dialah ternyata orang yang menjemput Mantan Presiden BJ Habibie ketika beliau masih tinggal di Jerman, dan memintanya untuk kembali pulang ke negaranya atas perintah Presiden pada saat itu, karena Indonesia membutuhkan putra bangsa dengan otak cemerlang seperti BJ Habibie. Yang menarik adalah saat itu Habibie tidak mengetahui siapa Ibnu Sutowo.. :)

Akhirnya dari situ aku tertarik untuk mencari tahu lebih tentang who is Ibnu Sutowo, dari internet aku baca beberapa artikel, tapi karena kurang puas, akhirnya aku numpang baca di Gramed (hihihi..) buku yang ditulis oleh Ramadhan KH yang berjudul Ibnu Sutowo : Saatnya saya bercerita!

Sebenarnya naskah tulisan buku tersebut sudah kelar pada 2006. Tapi, tidak serta-merta buku diterbitkan. Pertimbangannya ‘menjaga perasaan orang-orang penting’ dan dikhawatirkan akan dianggap sebagai pembelaan diri. Konon Ibnu Sutowo pesan, “…terbitkan setelah Pak Harto tutup usia.”

Who is Ibnu Sutowo?

Sejarah mencatat Ibnu Sutowo (meninggal pada 2001) sebagai perintis, pembuka, hingga berjayanya perusahaan minyak di Indonesia, Pertamina. Di usia 43 tahun, Ibnu menjabat posisi penting sebagai direktur utama Perusahaan Tambang Minyak RI (PT MRI) di Pangkalan Brandan. Perusahaan yang berdiri tahun 1957 inilah yang menjadi cikal-bakal Pertamina.

Di masa kepemimpinannya, Pertamina berani membeli aset Shell, mengembangkan jual-beli gas alam cair. Otorita Batam, Krakatau Steel, hingga IPTN dibangun Pertamina saat kepemimpinan Ibnu Sutowo. Bahkan, Ibnu melangkah lebih jauh lagi merambah usaha yang tidak ada kaitan dengan eksplorasi perminyakan, yaitu perhotelan, pariwisata, dan transportasi.

Atas perintah Soeharto, Ibnu Sutowo mengajak BJ Habibie dari Jerman untuk kembali ke Indonesia. ”Rudi, kamu harus malu sebagai orang Indonesia. Sewaktu bangsa Indonesia sedang sibuk membangun, kamu ada di sini. Ayo ikut.” Kocaknya, Habibie tidak mengetahui siapa yang mengajaknya pulang. Dia baru menyadari kalau Ibnu orang penting, ketika Ibnu mengatakan, ”Saya akan bicara dengan you sesudah saya bertemu Kanselir Willy Brandt.” Habibie tersentak, berarti orang ini bukan sembarang, karena bisa bertemu kanselir.

Tahun 1974 Habibie tiba di Jakarta mendapat tugas memimpin divisi baru di Pertamina terkait dengan teknologi. Selanjutnya, lahir BPPT, dan IPTN yang dipimpinnya.

Setelah 19 tahun membesarkan Pertamina, Maret 1976 Ibnu Sutowo terjungkal dari posisi pucuk pimpinan. Isu yang disebarkan, pertamina melakukan korupsi berskala besar. Pertamina mau mendirikan ‘negara dalam negara’. Namun, Ibnu meyakini adanya konspirasi untuk menjatuhkan dirinya. Dia mencari berbagai informasi ke-dari orang-orang penting yang dipercayainya. Melalui buku ini Saatnya Saya Bercerita, Ibnu membuka ada apa di balik pergantian dirinya dari pucuk pimpinan Pertamina.

Penyebabnya, adanya perbedaan paham antara Ibnu dengan Widjojo Nitisastro cs (teknokrat kepercayaan Suharto pada era orde baru). Ibnu yakin, Widjojo cs hanya jadi kepanjangtanganan orang-orang di luar Indonesia. Para teknokrat itu ada hubungan dengan Bank Dunia, IMF, IGGI, serta negara-negara donor. Di belakang mereka pula berdiri perusahaan-perusahaan minyak besar. Mereka ingin menyingkirkan Ibnu yang telah menghilangkan konsesi-konsesi minyak perusahaan minyak asing mengganti dengan kontrak bagi hasil.

Untuk meyakinkan informasinya, Ibnu meminta bantuan Frans Seda (saat itu dubes di Belgia) menanyakan kebenaran apakah Presiden Bank Dunia andil menggeser posisinya di Pertamina. Frans Seda membenarkan info tersebut. Jadi, Bank Dunia termasuk yang ikut menggeser Ibnu. Di belakang Bank Dunia berdiri pengusaha-pengusaha minyak raksasa yang menganggap Ibnu menghambat kepentingannya. Berarti mereka ada konspirasi dengan unsur-unsur di dalam negeri.

Nama Ibnu di dunia perminyakan tak diragukan. Ia berlatar belakang pendidikan dokter dan lulusan dari NIAS (Nederlands Indische Artsen School) di Surabaya. Di Kota Pahlawan itu, dia berkenalan dengan dosen Dr Soetomo, tokoh Budi Utomo. Dari situlah anak Wedana Grobogan ini mengenal pergerakan.

Lulus kuliah kedokteran tahun 1940, Ibnu ditugaskan di daerah transmigrasi Belitang, wilayah Martapura, Sumatra Selatan. Di daerah ini pula, dokter muda Ibnu Sutowo bertemu istrinya, Zaleha, panggilan Saly. Di era kemerdekaaan, Ibnu ikut angkat senjata. Dimulai dari Jawatan Kesehatan Tentara, Ibnu tercatat ikut bertempur lima hari lima malam melawan tentara NICA-Belanda di Palembang. Selanjutnya, dia diangkat sebagai perwira dengan jabatan kepala staf Sub-Komando Sumatera Selatan. Teman-teman seperjuangannya Dr AK Gani, Bambang Utoyo, Mauludin Simbolon, Barlian, Harun Sohar.

Tahun 1956, Ibnu pindah ke Jakarta menjadi asisten IV KSAD Kolonel AH Nasution. Tak lama di Jakarta, Ibnu kembali ke Sumatra Selatan saat muncul gerakan PRRI-Permesta. Beres di Palembang, setahun kemudian AH Nasution menugaskan Ibnu mengelola minyak nasional hingga berdirinya Pertamina. Jadi, ada tiga karier yang ditekuni, sebagai dokter, tentara, dan bos minyak.

Lengser dari Pertamina secara cukup menyakitkan, tak membuat Ibnu berdiam diri. Dia aktif menekuni perusahaannya. Di organisasi sosial Ibnu menjadi ketua organisasi kemanusian PMI dari tahun 1986-1994. Diajak Habibie, Ibnu pun aktif berkecimpung di Badan Pengembangan Wallacea. Badan ini menunjang kegiatan pelestarian flora dan fauna di Indonesia.

9 responses to this post.

  1. Posted by daryono on March 20, 2009 at 4:43 pm

    jest, blog yah bagus,…sy suka sama cerita n ulasan ny,…apalagi gw pernah baca2 buku ttg suharto. nah disitu disinggung jg ttg ibnu sutowo. thanks, sip bgt so lanjutkan sist !!!

  2. Posted by yayi on March 20, 2009 at 9:04 pm

    Ibnu sutowo, identik banget ama pertamina yah…

    Luar biasa itu orang, luar biasa kaya maksudku…hahahahaha
    sumpah jess..gw pernah ke rumah dia sekali…

    Subhanallah!kekayaan dia ga bakal abis tujuh turunan…heheee

  3. Posted by tomikasep on March 20, 2009 at 9:50 pm

    kok ga diajarin di pelajaran sejarah ya..
    baru denger ibnu sutowo
    dokter + tentara + bos minyak => sangat susah untuk terjadi lagi di masa sekarang

  4. Posted by juzztyas on March 21, 2009 at 12:37 pm

    ahahahaha idem sama tommy di atas
    blom pernah denger soal bapak ibnu sutowo ini

    *doh beneran fakir ilmu ehehehehe*

  5. Interesting.. Dah baca confession of economic hit men? Must read book tuh.. salah satu bagiannya tentang gmana US, bank dunia, imf dan capitalist corporate brusaha secure oil resources di indonesia

  6. Posted by ikacit on February 15, 2010 at 10:06 pm

    mba jes…aku suka ulasan ttg ibnu sutowonya..trimaksih sdh brbagi pengetahuan :)

  7. Posted by Saepul on November 2, 2011 at 7:38 pm

    Tapi ada indikasi beliau telah melakukan sesuatu yg sampai skarang msh indonesia rasakan akibatnya…

    http://www.realhistoryarchives.com/collections/hidden/freeport-indonesia.htm

  8. Posted by jon indo on November 11, 2011 at 12:20 am

    Kisah sukses koruptor Indonesia: membangkrutkan Pertamina sampai berhutang jutaan US dollar, merampok Hotel Hilton dari pemerintah RI, kaya raya 7 turunan, jadi tokoh kebanggan bangsa. Inspirasi idola Gayus….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: