Menikah..

“Apa sih yang membuat kalian sampe pada keputusan menikah?”

Pertanyaan yang di lempar salah seorang temen (belum menikah : red) ini mengawali pembicaraan  kami waktu makan siang. Agak lain dari biasanya yang cuma diisi becandaan dan cerita-cerita ga penting, pembicaraan siang ini adalah seputar pernikahan yang dilihat dari sudut pandang “cowo”. Temen gw yang melempar pertanyaan tadi adalah tipe orang yang sangat “well-planned”, dya hingga saat ini memang masih belum mendapat kepastian dari dirinya sendiri, kapan dya akan menikah. Hmm…sebenernya dya taw sih, kapan saat yang tepat, tapi masih sibuk memikirkan persiapan ke arah sana, lagipula dya masih memiliki prioritas hidup yang lain yaitu melanjutkan S2 di LN, dan menikah adalah second layer dalam daftar prioritasnya. Ternyata untuk para pria yang sudah matang, pertimbangan mereka untuk menikah sangat tergantung dari “apa yang mereka inginkan dalam hidup”.

Sedangkan rekan kerja gw yang lainnya yang baru aja nikah sharing gimana perjalanan dya sampe pada tahap pernikahan, mulai dari persiapan materi, mental, dan pertimbangan-pertimbangan lainnya untuk menata masa depan berkeluarga. Mas-mas yang satu ini memang sangat bijak dalam memberi pandangan, jadi gw percaya kalo dya memang tipe orang yang sangat berhati-hati dalam setiap tindakannya. Dan jawabannya untuk pertanyaan tadi di atas adalah “ikhlaskan diri”, karena tidak akan ada habisnya jika kita terus mencari pasangan hidup yang tepat (kata ‘tepat’ pun sangat relatif untuk tiap orang), “pasti ada yang lebih dan lebih lagi..”, cukup yakinkan diri dengan pilihan kita bahwa dyalah yang terbaik yang Allah pilihkan untuk kita. Dari dya gw juga dapet beberapa petuah bijak, termasuk bagaimana me-maintain hubungan dengan orang tua meskipun kita sudah menikah..justru harus lebih cinta dan hormat sama orang tua..

Seperti yang pernah gw tulis di blog Panda Manda, menikah berarti memutuskan untuk memilih orang yang akan menemani kita dalam menghabiskan sisa hidup kita, menjadi pasangan bagi kita untuk belajar dalam memahami apa makna kehidupan yang telah Allah bentangkan di hamparan bumi ini, teman bagi kita dalam melewati suka duka, sehat sakit, dan dalam segala kondisi, so menikah jadi keputusan yang besar dalam hidup kita. Namun dengan segala kerendahan hati, kita memasrahkan diri pada pilihan terbaik dari Allah SWT karena segala sesuatunya bukan tentang bagaimana kita memilih seseorang yang sempurna untuk kita cintai sepenuhnya, namun bagaimana kita mencintai seseorang dengan sempurna..

“Jessti udah nikah ??”

Tadinya yang ada di otak gw ketika temen-temen nanya itu adalah, “kenapa sih, emang bikin kaget ya kalo seorang Jessti udah nikah?”, hehehe..karena memang banyak temen gw yang pada syok pas taw kalo gw maw nikah, secara kalo diliat masih jarang banged temen-temen seangkatan gw yang udah nikah..(esp. temen SMA n temen kuliah di FE, tapi jangan tanya kalo temen STAN, hehehe..) Dan ternyata masih banyak aja loh yang belum taw kalo gw dah nikah, hehehe…Padahal gw dah sebar tu kabar di web alumni, di milis, by invitation card, by sms (hmm..tapi memang waktu itu banyak yang ter-deferred, karena jaringan XL ga bisa ngirim sekaligus banyak2, jadi maafkeun gw yaaa😦 ), tapi ternyata kita mesti sadar dan bersyukur kalo banyak orang yang kita lupakan padahal mereka peduli sama kita..

..hopefully we'll live happily ever after..

..hopefully we'll live happily ever after..

Just for confirmation guys, gw dah menikah dengan seseorang terbaik pilihan Allah buat gw insyaallah, his name’s Adhi Wibowo, pada tanggal 6 Desember 2008 kemaren, alhamdullillah. Makasi buat yang dah dateng ke acara resepsi di Pekalongan, makasi juga buat semua yang dah doain, gw amin-amin-in banyak2 ya guys, jazakallah khairan katsiran, domo arigato, thanks a bunch!! Oya, ada resepsi juga buat di Jogja, tanggal 28 Desember 2008, invitationnya ada di blog Panda Manda yaa…yang maw taun baruan di Jogja, monggo kalo maw dateng..🙂

2 responses to this post.

  1. stuju jess!! *apa yang setuju? ahahah,,,
    sayang orang yg udah ku yakini bahwa do’i yang terbaik ternyata menurut Allah ndak😀..Anyway, selamat ya.. maap banget ndak bisa menghadiri🙂..tetep dikirimin do’a kok.. eheheheh..

  2. jessti, aku baruuu aja tau, ok well, congratulation ya… and i’ll send you another ‘i wish both of you will happily ever after’ pray!
    Selamat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: