Psikosomatis !

Awal gejala yang saya sadari adalah ketika saya selesai ujian komprehensif 2 tahun lalu, hari ujian terakhir tepatnya. Merasa gagal di mata kuliah yang terakhir diujikan tersebut, tiba-tiba perut jadi sakit minta ampun. Saya tahu pasti kalo itu adalah sakit maag. Penyakit maag ini memang mulai saya diderita sejak kuliah, karena pola makan yang tidak teratur. Saat itu saya belum sadar kalo sakit maag yang muncul adalah akibat dari strees ujian. Padahal saya termasuk orang yang sangat jarang mengkhawatirkan hasil ujian saya.

Kemudian sejak pertengahan tahun lalu, gejala ini muncul lagi, tidak tidak dalam bentuk sakit maag. Gejala-gejala fisik yang saya alami adalah sakit kepala yang diikuti sesak napas, mual, sakit perut, kemudian keluar keringat dingin, dan penglihatan yang mengabur. Biasanya hal ini berlangsung beberapa saat saja, kecuali rasa mual yang biasanya tidak kunjung hilang selama beberapa hari. Yang pasti semua gejala ini berhasil menurunkan berat badan saya, sampai level yang sama saat saya masih duduk di bangku SMP, hee..

Lebih dari satu kali saya ke dokter untuk mendiskusikan hal ini, tapi biasanya saya hanya mendapat obat-obatan standar seperti penghilang mual, pereda sakit kepala, penambah darah, dsb.  Namun beberapa kali saya mendengar tentang apa yang sering disebut orang sebagai psikosomatis.

Psikosomatis dalam literatur psikologi, merupakan gejala gangguan medis yang disebabkan oleh simptom-simptom psikologis. Suatu kelainan atau gangguan pada fisik yang penyebabnya lebih pada faktor kejiwaan atau psikis, seperti stres, kecemasan atau ketegangan emosional. Penderitanya akan merasakan gejala-gejala fisik seperti sesak napas, pusing, mual, sakit perut, dll. Memang obat-obatan seperti anjuran dokter seperti yang saya sebut di atas belum bisa menyembuhkan secara total, karena pada dasarnya dokter tidak menemui kelainan apapun pada penderita psikosomatis.

Psikosomatis bisa disebabkan oleh faktor dari dalam diri sendiri, atau karena faktor dari lingkungan. Salah satu contohnya adalah orang yang berkepribadian tertutup cenderung mengendapkan semua permasalahan ke dalam dirinya. Akibatnya persoalan-persoalan yang menekan yang tak bisa diatasi akan dipindahkan ke fungsi tubuh yang lemah.

Terus terang saya akui, saya adalah orang yang tidak bisa dengan mudah menyalurkan rasa marah. Rasa marah saya hanya dapat tersalurkan kepada orang terdekat saja, sedangkan kepada orang lain biasanya terpendam, berharap bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, tanpa saya harus menurunkan nilai saya di mata orang lain. Mungkin jalan pikiran saya akan terdengar aneh untuk beberapa orang, hehe. This is just the way I am.

4 responses to this post.

  1. betul mba, kalo lagi stress produksi asam lambung semakin meningkat makanya ujung2nya jadi terasa mual..parahnya bisa maag…
    Gw juga termasuk golongan ini yang kalo stress ga tersalurkan jadi ngerusak badan sendiri…Outputnya ya si maag itu. Dan bener ga ada obatnya, sampai kita bener2 relax..

  2. Posted by widiajessti on April 8, 2009 at 9:49 am

    Padahal makan dah banyak Yi, dan sering..tapi abis makan jadinya muntah..
    huks..

    Kemaren dah sempet menyalurkan stress Yi, waktu karokean sama anak2, traktiran Babe sama Noel..
    Ko ga ikutan?

  3. Iya pengen ikut pas itu, tapi ga jadi soalnya sekarang emang saatnya stress dulu…kadang emang perlu stress baru mulai on fire…s project ini harus diSelesaikan dulu..baru ntar Senang-Senang..😀

  4. oh, jangankan jessti yang emang sulit menyalurkan rasa marah, aku yang kata orang hip hip hurray dan hobi marah-marah aja ngalamin juga kok,,hahahahaha😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: