A letter for you, dear friend..

To my dear friend,

Please accept my best regards for you, eventough i cant bear my emotion any longer..😦

-gila, aku ga tahan lagi untuk ga nyampah disini..-

We’re friend for years, you know me and i know you..aku percaya, mungkin waktu memang bisa merubah seseorang, tapi tidak lantas menghilangkan jati dirinya sama sekali. entah kenapa aku merasa seperti tidak lagi mengenalmu, yang setauku adalah seorang dengan banyak kasih untuk orang di sekelilingmu karena kamu selalu siap untuk menjadi telinga bagi siapa saja. Aku pun belajar itu darimu..

Sometimes shits happened in our life, but we should believe that it wont last forever..
Ya, kamu pun membenarkan bahwa semua itu juga karena egomu! Oh plis.. tidakkah kamu bisa melihat betapa dia pun telah menjalani segalanya dengan kesabaran yang dia punya, she has been through a lot! Pahamilah sumber keresahannya karena tidak seharusnya ia menanggung semua beban itu sendiri, dan tidakkah kamu sadari bahwa ketika dia kehilangan cahaya cinta dari matamu, maka dia pun akan kehilangan seluruh rasa percaya dalam dirinya.

Mungkin sudah kesekian kali aku berusaha meyakinkanmu bahwa ketika kamu menunjukkan cahaya cintamu padanya, percayalah bahwa dia akan “mekar” dengan sendirinya, dan bahkan kamu akan menerima lebih dari yang kamu pernah bayangkan..
Baiklah, aku mungkin tidak bisa memaksakan seluruh pendapatku untuk kamu dengarkan, apalagi kamu turuti. Karena setiap orang memang berbeda seperti katamu, tapi aku hanya ingin memintamu akan satu hal..

Please respect yourself as a man, as a husband, and as a father.. i trust you, just spend some time to see what’s in side your deepest heart..

Oh my dear God..aku bener-bener tidak mengerti seperti apa ego yang sedang ada dalam dirinya.. aku hanya berharap semoga dia bisa melihat segala sesuatunya dari sisi yang berbeda, mungkin tidak hanya dari apa yang dia maw, tapi dari apa yang orang lain rasakan tentang dirinya..

Baiklah, aku tetap temanmu yang akan selalu siap mendengarkanmu, jangan anggap aku men-judge-mu, meski berujung dengan postingan sampah ini, karena aku seperti tidak bisa menerima prinsipmu.. yang pasti itulah caraku untuk mengingatkanmu, juga mengingatkan diriku sendiri, bahwa kesempatan dan harapan itu pasti masih ada.. Allah akan selalu memiliki rahasia indah untuk setiap hambaNya.

Tentang hal ini, aku jadi belajar untuk mensyukuri apa yang aku miliki saat ini..

Regards,
-ME-

PS : maafkan aku untuk postingan sampah yang tidak seharusnya ini Pi.😦

One response to this post.

  1. thats what friends are for,jess… no need to apologize🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: