Pengalamanku pada Trimester Pertama Kehamilan

Pengalaman hamil untuk pertama kali menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, khususnya untuk orang yang menyukai hal-hal baru seperti aku. Setiap perempuan akan merasakan sensasi perasaan yang berbeda-beda tergantung dari ekspektasi terhadap kehamilan itu sendiri. Begitupun dengan reaksi fisik yang timbul selama kehamilan, bisa berbeda satu sama lain, karena tergantung dari “bawaan” si Dedek yang ada dalam kandungannya. Jadi selama 9 bulan, seorang Ibu hamil akan merasakan pengalaman yang bermacam-macam, mulai dari mual, sakit kepala, dan lemas pada trimester pertama, hingga kesulitan mencari posisi tidur yang wuenak (pewe) dan sering buang air kecil karena kandung kemih yang tertekan janin pada trimester ketiga.

Trimester pertamaku, hampir sama gejalanya dengan yang dialami ibu hamil lainnya, mual muntah atau yang sering dikenal dengan morning sick, sakit kepala, dan kondisi badan yang terasa kurang fit. Dari pengalamanku, ternyata morning sick itu tidak hanya terjadi pada pagi hari, tapi hampir setiap saat bahkan terkadang aku jadi susah tidur dengan perut dan tenggorokan yang terasa eneg. Pertama kali menanyakan ini ke dokter kandungan, aku dan suami senyum-senyum sendiri, karena yang kita tahu morning sick itu yang cuma terjadi pagi hari aja, hehe.. Jadi morning sick sebenernya akan dirasakan oleh ibu hamil di saat dia sadar, mulai dari bangun tidur hingga maw tidur lagi.

Rasa eneg itu membuatku jadi kehilangan selera makan, waktu awal-awal aku mengatasi rasa mual ini dengan membayangkan makanan yang kira-kira aku bakal suka. Waktu itu aku cuma suka makanan yang berkuah, panas,  segar, dan pedes.. :p Jadi hampir selama 3 hari aku cuma makan pake soto ayam, hehehe.. Selain itu, yang bisa masuk cuma buah-buahan. Tapi rasa mual ini harus diatasi karena si Dedek butuh nutrisi untuk perkembangan otaknya, khususnya di trimester pertama ini, ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat, zat besi, dan DHA. Untungnya setelah ke dokter, aku dapet obat untuk mengatasa rasa mual, meskipun efeknya cuma bertahan selama beberapa jam, tapi alhamdulillah cukup membuatku mau untuk makan makanan yang bergizi.

Banyak saran seputar kehamilan yang aku terima dari orang disekitarku, seperti makanan yang tidak boleh dikonsumsi sementara selama hamil, yaitu makanan yang masih mentah atau setengah matang dan makanan yang hanya melalui proses pengasapan atau dibakar/panggang, contohnya : steak, sushi, ayam bakar, sate, seafood yang dibakar atau diasapkan, kornet, dan sosis.. Makanan setengah matang tersebut, dikhawatirkan masih membawa bakteri atau kuman yang bisa mengganggu proses pertumbuhan janin. Ada salah seorang ibu-ibu di kantor yang suka makan steak selama hamil, akhirnya janinnya terkena rubella. Setiap makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus dipastikan tingkat kematangan dan kualitas kebersihannya.

Termasuk saran seperti ini, “Jess, jangan make hi-heels dulu yah selama hamil”.. Wiii…berarti sendal-sendal itu harus kurehatkan dulu selama hamil, hehehe… Setelah baca-baca artikel di internet, memang betul sih kalo hi-heels kurang baik untuk dipakai selama kehamilan, karena ibu hamil membutuhkan daya topang yang cukup pada tubuhnya untuk mengimbangi berat badannya selama hamil. Saran ini efektif kalo kehamilannya udah di atas 5 bulan. Tapi mending aku jalanin dari sekarang, ga ada susahnya ko :) , kecuali untuk ibu hamil yang penampilannya selalu dituntut untuk memakai hi-heels.

Usia si Dedek dalam perutku sudah 8 minggu 4 hari :) . Dari terakhir hasil foto USG 5 hari yang lalu, panjangnya janin mencapai 1,6 cm padahal USG sebelumnya ketika baru 7 minggu panjangnya masih dalam hitungan milimeter yaitu 28 mm, jadi perkembangannya selama 1 minggu itu cepet banged. Subhanallah ya.. Saat USG terakhir, dokter kandunganku memperlihatkan denyut jantung si Dedek, uuuhhh lucu banged.. denyutnya cepet banged..

Pengalaman kehamilan pertama ini membuat aku dan suami belajar banyak tentang pregnancy. Kemaren ketika kami jalan-jalan di Mid Valley, sebuah mall di tengah-tengah kota KL, kami mampir ke toko buku dan menghampiri rak yang khusus menderetkan buku-buku tentang pregnancy dan tumbuh kembang anak. Suasana di toko buku itu nyaman sekali, bahkan kami bisa duduk-duduk dengan santai sambil membaca buku bersama, tanpa direcoki oleh mbak-mbak atau mas-mas penjaga toko.

Banyak juga yang sempat kami pelajari, mulai dari perubahan tanda-tanda fisik ibu hamil selama kehamilan, tumbuh kembang janin dari waktu ke waktu, perubahan emosional pada ibu hamil, sampai mereka-reka nama untuk nama si Dedek nanti, insyaallah.. Ternyata dari banyak hal yang terjadi, ada juga hal-hal lucu yang aku alami dalam buku pun disebutkan sebagai tanda-tanda yang wajar dialami oleh ibu hamil, yaitu mimpi aneh yang terasa sangat real dan bahkan bisa diingat untuk diceritakan kembali pada saat sudah bangun. Mungkin aku ga perlu ceritakan disini karena malu juga, karena aneh mimpinya, tapi malam itu aku langsung membangunkan si Abang dan mempertanyakan hal yang aku alami di mimpi itu. Suamiku sampai bingung, ko ya adeknya bisa mimpi kaya gitu, hehe..

Beruntungnya punya suami yang perhatian, bahkan sering menawariku untuk dipijetin setelah capek seharian kita jalan-jalan, padahal kita berdua juga sama-sama capek. :) Memang peran dan dukungan suami serta keluarga selama kehamilan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, hal ini akan membantu kondisi psikologisnya dalam menghadapi proses kehamilan. Seorang ibu hamil yang menjalani kehamilannya dengan tenang, akan mempengaruhi kondisi janin, bahkan bisa mencerdaskan si buah hati nantinya. Cerdas dalam konteks ini, tidak hanya diartikan sebagai kecerdasan secara intelektual, tapi juga kecerdasan emosional dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya kelak.

Menurut literatur, kecerdasan anak bisa dirangsang dari sejak ia dalam kandungan, syaratnya ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik, bisa dengan mengkonsultasikannya ke dokter kandungan, dan memberikan kasih sayang yang cukup bagi bayi dalam kandungannya, bisa melalui sentuhan dan komunikasi dengan si Dedek. Sentuhan dan komunikasi ini akan sangat efektif ketika usia kehamilan mencapai 6 bulan ke atas.

Semangat makan sayur dan buah-buahan.. ! :)

*abang seneng banged nih kalo adeknya maw makan banyak*

3 responses to this post.

  1. senangyaaaah jesstiiiii…. :D :D :D

  2. Being pregnant effect your body and emotions. Some pregnant women have problem about mood swings.

  3. Posted by noor syamsiyah on April 2, 2012 at 9:08 am

    infonya mnnrk bgt….mksh ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: