Happy Birthday Cupi-cupi :)

he's cute rite?

he's cute rite?

A year ago, right at this time, saya  yang ditemani suami di ruang 204 Happyland mulai terengah-engah kesakitan. Dokter memasukkan 2 kali pil induksi ke dalam tubuh saya, ya 2 kali, sepertinya little creature ini betaah sekali berada di rahim mamanya. Sudah 10 hari duedate terlewati, masih belum ada tanda2 pembukaan, meskipun tiap malam saya semakin susah tidur karena kontraksi yang datang berkali-kali. Akhirnya dini hari itu, saya tidak tahan lagi, karena kontraksi yang semakin sering. Pergilah saya bersama suami dan kedua orang tua kami ke Happyland. Sesampainya di ruang UGD, suster menyampaikan kepada kami, saya sudah mulai pembukaan, tapi baru 1, weleeh..😀

Pagi jam 8, Dokter melakukan usaha induksi pertama. Jam 12 siang masih belum ada perubahan yang berarti, anteng aja dianya di dalam perut mama😀 Akhirnya jam 1 siang, saya diinduksi untuk yang kedua kali. Jam 2, saya mulai merasakan desakan-desakan di dalam perut bawah. Masih berusaha tenang dan tetap berdoa bersama suami, sambil menerapkan ilmu2 hypno yang diajarin selama senam hamil.. (meskipun akhirnya lupa semua pas akhir2, haha😀 )

Jam 4 sore, saya mulai mengaduh sampai akhirnya suami saya memanggil suster, dan setelah diperiksa saya sudah baru pembukaan 4, suster pun langsung memindahkan saya ke Labor Room.

Panik? jelas..😀 ketika membayangkan gunting, pisau, dan jarum operasi saya langsung lemas, meskipun saya tetap berkomitmen untuk melahirkan secara normal, tapi meski normal kan tetap dijahit-jahit tuh.. Tapi saya kembali memfokuskan diri untuk memperjuangkan something i want most, bertemu dengan little creature yang selama 9 bulan menemani kemanapun saya pergi. Saya yakin bisa melahirkan normal dan alhamdulillah juga akhirnya bisa. Ini jihad seorang perempuan, beruntung bukan?🙂

Menjelang maghrib, hmmmm… semakin ga keruan rasanya! hahaha..

Alhamdulillah saya punya suami penyabar, dia terus mengiringi saya berdoa, meskipun sempat saya omel-omelin, hehehe.. (kalo sekarang ditanya, dia bilang saya kaya orang lain pas maw melahirkan, suami sendiri diomelin :D) Susternya dengan semangat 45 teriak-teriak, “ayo buu, doroong, yang kuaaat, marah bu, maraaahhh”, sempet bingung saya, kenapa disuruh marah ya, haha.. Jam 6.30 dokternya muncul bersama dengan dokter anak yang mendampingi, trus mereka nyanyi2 aja gitu dengan santainya sementara saya kesakitan.

Finally setelah melewati proses vacuum, karena mamanya sudah mulai kelelahan untuk mengejan dan detak jantungnya mulai melemah, he popped up! Wuuusshhh, lega sayaa.. Abis itu saya ga peduli lagi dengan apa yang dokter lakukan di bawah sana😀 karena si little creature ini sudah ada dalam pelukan saya.

time flies, he’s a toddler now..

Tengkurep Perdana :)

Tengkurep Perdana🙂

Raza 11 mos

mau pizzanya dong maa😦

He's my highly important boss :D

He's my highly important boss😀

 

 

 

 

Menjadi seorang Ibu, bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat banyak pembelajaran yang kita peroleh dari perjuangan membesarkan anak.

Raza, mamapapa sayaaang Raza, cinta untukmu luar biasaaa.. Let’s jump higher with us cupi-cupi !😉

One response to this post.

  1. lucu ya, anaknya..pasti sekarang sudah gede…
    salam kenal mbak dari Faros

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: